Deretan Fakta Mengejutkan Final Piala Eropa 2016

Prancis yang harus menelan kekalahan di hadapan para pendukungnya sendiri pada final Piala Eropa 2016 kontra Portugal. Gol tunggal dari Eder pada babak tambahan membawa Portugal menjadi juara Piala Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stade de France, Paris, tersebut, Portugal harus kehilangan sang kapten, Cristiano Ronaldo, yang terpaksa ditarik keluar pada menit ke 25. Ronaldo mengalami cedera setelah ditekel oleh gelandang Prancis, yaitu Dimitri Payet.

Ini menjadi kekalahan Prancis di kandangnya sendiri pada sebuah turnamen besar. Fakta ini tergolong mengejutkan, karena Les Bleus diunggulkan jadi juara.

Jika Portugal berhasil menjadi juara untuk pertama kalinya, namun nasib tragis dialami oleh Inggris. Faktanya, Inggris kini menjadi yang terbanyak tampil pada Piala Eropa yaitu, 31 laga tanpa pernah sekali pun menjadi juara.

Pahlawan kemenangan Portugal di final yaitu, Eder, juga membuat fakta mengejutkan lain. Eder menjadi pemain pertama yang tidak lahir di Eropa, tapi sukses mencetak gol pada partai final Piala Eropa.

Berikut fakta-fakta mengejutkan di final Piala Eropa 2016 .

1. Eder adalah salah satu pemain kelahiran negara non-Eropa pertama yang berhasil mencetak gol pada partai final Piala Eropa.

2. Eder menjadi pemain dari bangku cadangan ke 14 yang sukses mencetak goal bagi Portugal di Piala Eropa.

3. Prancis akhirnya mengalami kekalahan di kandang sendiri dalam turnamen besar untuk pertama kali nya setelah 20454 hari 9/Juli/1960.

4. Portugal berhasil menjadi negara ke 10 yang sukses meraih gelar juara Piala Eropa.

5. Setelah 35 bertanding di kejuaraan Eropa, Portugal akhirnya menjadi Juara Piala Eropa.

6. Pada tiga partai final terakhir Prancis di turnamen besar berlangsung hingga babak perpanjangan waktu pada tahun 2000- 2006- 2016.

7. Portugal vs Prancis menjadi partai final Piala Eropa ke 6 yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu.

8. Cristiano Ronaldo ditarik keluar pada pertandingan Piala Eropa/Piala Dunia sebagai pemain inti untuk Portugal pertama kalinya dalam waktu 3.668 hari.

Griezmann Setara dengan Zidane


Antoine Griezmann menjadi Faktor keberhasilan Prancis lolos ke perempat final Piala Eropa 2016. Pemain dari klub Atletico Madrid tersebut memborong gol kemenangan Prancis ke gawang timnas Republik Irlandia di babak 16 besar dengan score 2-1.

Prancis mengawali laga melawan Irlandia, Minggu 26/Juni/2016 dengan buruk. Les Bleus sudah tertinggal di menit pertama melalui penalti Robbie Brady. Wasit memberikan penalti setelah Paul Pogba melanggar Shane Long di dalam garis Pinalty. Kemudian pasukan Didier Deschamps kesulitan membalas gol Brady. Mereka baru bisa menyamakan score pada menit 57 melalui sundulan Antoine Griezmann. Kemudian Empat menit kemudian Antoine Griezmann membuat Prancis berbalik unggul. Tendangan kaki kiri Antoine Griezmann sukses menjebol gawang timnas Irlandia.

Dua gol ke gawang Irlandia tersebut membuat Antoine Griezmann saat ini sejajar dengan pemain legenda Prancis Zinedine Zidane. Keduanya sama-sama mampu mencetak tiga goal dalam satu kompetisi Piala Eropa yang sama.

Zidane, yang saat ini menjadi pelatih Real Madrid, mencetak tiga gol untuk Prancis di Euro 2004. Sebelum memborong dua gol ke gawang Irlandia, Antoine Griezmann berhasil membobol gawang timnas Albania pada penyisihan grup.


Saat ini Antoine Griezmann masih berkesempatan untuk mempertajam catatan golnya di kompetisi empat tahunan ini karena, Prancis akan menunggu pemenang Inggris melawan Islandia di babak perempat final pekan ini.

Dengan perolehan tiga gol, Antoine Griezmann juga berpeluang meraih sepatu emas. Dia kini menempati daftar pemain produktif pada kompetisi Piala Eropa 2016 bersama Alvaro Morata (Spanyol) dan Gareth Bale (Wales).

Teroris Olahraga Berkeliaran di Piala Eropa


Pelatih timnas Kroasia Ante Cacic memberikan label kepada suporternya yang telah merusak jalannya pertandingan melawan timnas Republik Ceko di Stade Geoffroy-Guichard, Sabtu 18/Juni/2016 dini hari WIB. Dia juga menyebut jika pendukung mereka adalah teroris olahraga.

Pernyataan itu adalah sebagai bentuk kekesalan pelatih timnas Kroasia setelah pendukung mereka berulah pada menit ke-85. Tercatat, ada sepuluh flare yang dilempar ke lapangan yang membuat pertandingan langsung dihentikan selama beberapa menit. Padahal saat itu tim Ante Cacic sedang unggul dengan score 2-1.
‘‘ Saya berharap ini tidak akan pernah terjadi kembali pada turnamen. Itu seperti teror. Ulah suporter Kroasia seperti hooligan, dan tempat mereka bukan di stadion,’’ Ungkap Ante Cacic seperti dikutip dari media Soccerway, Sabtu 18/Juni/2016.

Ante Cacic juga menambahkan, ini bukan pertama kalinya ia merasakan kegelisahan soal pendukung  mereka yang berulah di dalam pertandingan. Menurutnya, peristiwa yang hampir serupa juga pernah terjadi sewaktu mereka berhadapan dengan Italia di Milan pada laga persahabatan.
Akibat ulah pendukung timnas Kroasia, Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terpaksa membuat penyelidikan atas terkait insiden tersebut. Sanksi berupa denda sampai diskualifikasi sudah tentu bakal menghantui Ivan Rakitic dan rekan tim yang lain.

‘‘Saya rasa ini dilakukan oleh enam sampai tujuh orang. Saya juga berharap kami bisa mengidentifikasi dan memberikan hukuman kepada mereka. Saya juga berharap Federasi Sepak Bola Kroasia melakukan langkah tegas untuk mencegah hal seperti ini. Saya juga ingin menyampaikan minta maaf karena ini bukanlah pendukung Kroasia, melainkan mereka adalah teroris olahraga,’’ tutup Ante Cacic.

Brasil Resmi Pecat Dunga


Asosiasi Sepak Bola Brasil (CBF) telah resmi memecat Dunga dari kursi pelatih tim nasional Brasil setelah mencatatkan hasil buruk  pada kompetisi Copa America 2016. Keputusan tersebut  diambil setelah CBF menggelar pertemuan di Rio de Janeiro.

‘‘ CBF resmi membubarkan staf teknis dari timnas Brasil. Termasuk direktur teknis Gilmar Rinaldi, pelatih Dunga, dan seluruh staf. Keputusan tersebut diambil setelah menggelar pertemuan pada sore ini, dan saat ini CBF sedang disibukkan dengan memulai proses memilih staf teknis baru tim nasional,’’ demikian pernyataan resmi dari CBF seperti di lansir dari media ESPN, Rabu 15/Juni/2016.

Dunga terus menjadi sorotan pemberitaan media selama beberapa hari terakhir sejak ia gagal membawa timnas Brasil lolos ke fase berikutnya usai dikalahkan oleh Peru dengan score 0-1 pada laga terakhir Copa America, Minggu 13/Juni/2016. Ini merupakan kalinya kedua pelatih yang berusia 52 tahun tersebut dipecat dari kursi kepelatihan.

Sebelumnya CBF juga pernah mengambil keputusan yang serupa ketika Dunga gagal memberikan prestasi mengesankan di Piala Dunia 2016. Namun, sejauh ini CBF belum mengambil keputusan siapa yang akan menggantikan posisi kepelatihan Dunga.

Ada satu kandidat yang ideal menggantikan posisi Dunga yaitu  pelatih Corinthians Adenor Leonardo Bacchi. Spekulasi mengenai Tite sapaan akrabnya telah dimunculkan media lokal, dan bahkan Presiden CBF Marco Polo Del Nero tampaknya juga tertarik untuk  dapat membicarakan hal tersebut dalam pertemuan ini.

Pendukung Inggris Bikin Rusuh di Hari Pembukaan Piala Eropa


Para Hooligan Inggris membuat kerusuhan di Marseille, Prancis pada hari pembukaan Piala Euro 2016, pada Jumat 10/Juni/2016. Pihak kepolisian di Cote d’Azur, atau yang dikenal sebagai French Riviera, melakukan tembakkan gas air mata ke arah pendukung timnas Inggris untuk dapat membubarkan mereka.

Para pendukung Inggris tersebut terlibat perkelahian dengan warga Cote d’Azur, Marseille. Seperti yang diperkirakan, fans The Three Lions ini melakukan perjalanan ke kota Marseille untuk dapat menyaksikan partai perdana Grup B Piala Eropa antara Inggris melawan Rusia.

Dalam meredam kericuhan ini, empat personel kepolisian juga ikut terluka, selain dua turis Inggris yang juga ikut terluka usai aparat membubarkan paksa mereka. ‘‘ ISIS di mana kalian? ’’  menjadi salah satu nyanyian Hooligan yang menyebabkan kejengkelan dari orang-orang yang berada di Cote d’Azur, Marseille.

Hingga berita ini diturunkan, pada Sabtu 11/Juni/2016 dini hari WIB, personil kepolisian Marseille telah menangkap beberapa provokator dalam kericuhan tersebut.

‘‘ Para Petugas kepolisian memisahkan kelompok-kelompok Inggris dan Rusia. Mereka juga menembakan gas air mata untuk dapat membubarkan beberapa orang Inggris yang mabuk,’’ kata salah satu sumber polisi, yang dikutip dari media Reuters.

Sekitar 1.000 personil polisi dikerahkan di kota Mediterania tersebut karena sekitar 70.000 fans Inggris dan 20.000 pendukung Rusia tiba pada hari Jumat dan Sabtu menjelang pertandingan sepak bola antara kedua negara  .

FIFA Telah Resmi Mencabut Sanksi terhadap Indonesia


FIFA yang secara resmi telah mencabut sanksi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pencabutan sanksi tersebut dilakukan pada acara kongres ke-66 FIFA di Meksiko, Jumat 13/5/2016. Presiden FIFA Gianni Infantino telah mengatakan bahwa putusan tersebut diambil setelah pihaknya mendapatkan laporan bahwa, Pemerintah negara Indonesia telah mencabut surat pembekuan aktivitas terhadap PSSI.

“Beberapa saat sebelum kongres berlangsung, anggota dari Komite Eksekutif FIFA sudah melakukan sebuah pertemuan dan memutuskan sanksi penangguhan terhadap Indonesia dicabut,’ ungkap Infantino, seperti dilansir oleh media Goal.

Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) telah menandatangani surat keputusan, tersebut pada pencabutan pembekuan PSSI. Hal itu dilakukan politisi PKB tersebut pada Selasa 10/5/2016. Setahun yang lalu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, telah menjatuhkan hukuman kepada PSSI, tepatnya pada tanggal 17 April 2015. Sejak itu, semua aktivitas olah raga PSSI tidak diakui.

SK pembekuan bernomor 01307 tahun 2015 tersebut dirilis Kemenpora pada Sabtu 18/4/2015. Menpora telah menandatangani SK tersebut sehari sebelum keputusan pembekuan itu resmi diumumkan.

Efek negatif dari pembekuan itu, FIFA menilai, PSSI telah diintervensi oleh pemerintah Indonesia. FIFA juga kemudian menjatuhkan sanksi untuk Indonesia per 30 Mei 2015.

‘Messi Indonesia’ Masih Butuh Rp 2 Miliar Untuk Dapat Tampil di Eropa


Nama Tristan Alif Naufal yang lama tak terdengar, kini kembali muncul ke permukaan. Ia berkesempatan untuk tampil bersama Getafe U-13 pada kompetisi Liga Spanyol. Tetapi, Tristan dan keluarganya membutuhkan bantuan dana.

Pada tahun 2012, nama Tristan Alif Naufal secara tiba-tiba dan menjadi ramai diperbincangkan. Sebab video kehebatannya dalam memainkan bola beredar luas di Youtube. Tristan memperlihatkan kemampuan di atas rata-rata anak seusianya
Sejak itu Tristan mendapat julukan Lionel Messi-nya Indonesia. Bahkan, pelatih FC Bayern Munchen Pep Guardiola juga memberikan pujian kepadanya. Setelah beberapa tahun berlalu, ternyata Tristan Alif sedang merintis kariernya pada ajang sepak bola Eropa.

Sebelumnya, Tristan Alif sempat mengharumkan nama Indonesia setelah berhasil menembus Ajax Football Academy. ia sempat mendapatkan penghargaan sebagai The Best Player. Selama berada di Belanda.

Pada saat ini, Tristan Alif sudah diterima masuk di Akademi Getafe, salah satu klub ternama dalam sejarah sepak bola Spanyol. Bahkan, ia juga memiliki kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam liga untuk tim U-13. Namun, ada sejumblah persyaratan yang harus dipenuhi oleh Tristan.

Ia harus membayar 175.000 Euro atau sekitar Rp 2,5 Miliar untuk mendapat program izin tinggal. Namun yang menjadi masalah yaitu, Tristan juga harus membawa keluarganya untuk pindah ke Spanyol sesuai dengan peraturan FIFA terkait pemain berusia muda.

“Ya, kami butuh dana sekitar Rp 2,5 miliar. Untuk bisa menjalani program izin tinggal selama setahun. Seharusnya, kami wajib bisa melunasinya pada bulan ini. Namun, pihak Getafe memberikan kompensasi waktu hingga bulan depan,” Ungkap Irma Lansano, ibunda Tristan Alif.

Menurut Ibunda Tristan, jika tidak dapat melunasinya hingga Juni 2016, dampaknya adalah Tristan tidak bisa mengikuti liga dan harus menunggu hingga tahun depan. Selama menunggu, Tristan Alif akan tetap terdaftar sebagai pelajar di Akademi Getafe.

free-bet5-640x360

Hingga saat ini, dana yang telah dikumpulkan oleh pihak keluarga Tristan baru mencapai Rp 500 juta. Dana itu adalah hasil dari sumbangan Kemendikbud, Pertamina, dan program penggalangan dana lewat Kitabisa.com

“Saya sedang mengupayakan untuk membujuk BUMN dan beberapa perusahaan swasta. Saya juga berharap adanya pertolongan dari masyarakat sepak bola Indonesia. Mudah-mudahan dana yang dibutuhkan bisa segera terkumpul,”

Trezeguet Ramal Antoine Griezmann Bersinar di Piala Eropa 2016


PARIS – Mundurnya Karim Benzema pada Timnas Prancis dipercaya tak banyak berpengaruh pada kekuatan Skuad Didier Deschamps. Mantan pemain Timnas Prancis, David Trezeguet meramalkan Griezmann bisa mengantikan posisi Karim Benzema dan akan bersinar pada ajang Piala Eropa 2016.

Resminya pemecatan Karim Benzema dari Timnas memang begitu mengejutkan. Pemain yang sudah mengoleksi 23 gol pada 24 penampilannya musim ini bersama Real Madrid awalnya diprediksi bakal memanas di Prancis. namun, akibat tuduhan melakukan tindakannya yang tak terpuji yang telah memeras Mathieu Valbuena membuat petinggi Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) akhirnya mengambil tindakan untuk mengeluarkanya dari timnas prancis.

free-bet5-640x360

Beruntung, timnas Prancis juga masih memiliki stok penyerang tangguh. Griezmann yang saat ini menjadi pusat pembicaraan yang kian bersinar bersama Atletico Madrid.

“Meskipun Prancis sudah kehilangan pemain pentingnya Benzema yang telah di buktikan sebagai pemain yang memiliki reokor baik di Real Madrid, “Tapi, lanjutnya, Prancis telah mengubah strategi dengan pemain berbakat lainnya. “Salah satunya Griezmann.
Dia telah menjalani musim yang luar biasa di Atletico Madrid dan memiliki kesempatan membuktikan kualitasnya bersama timnas prancis. Kami berharap banyak Dengan apa  yang di milikinya,” pungkas ,” ucap Trezeguet di Fourfourtwo, Kamis (21-Apr-2016)