Penyesalan Ronaldinho Sepanjang Kariernya

Sebagai pesepakbola, Ronaldinho penah menjuarai hampir semua kompetisi bergengsi. Dia juga pernah membawa Barcelona menjuarai Liga Champions, Copa Libertadores (Atletico Mineiro) serta membawa timnas Brasil menjadi juara Piala Dunia 2002. Ronaldinho juga pernah merasakan juara La Liga dan Serie A bersama Barcelona dan AC Milan. Untuk gelar pribadi, Ronaldinho sukses memperoleh dua kali gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA dan satu kali Ballon d’Or. Pada massa jayanya, Ballon d’Or dan Pemain Terbaik Dunia FIFA masih dipisah.

Meski Ronaldinho sudah merasakan banyak gelar, Ronaldinho ternyata memiliki satu penyesalan dalam kariernya. Ronaldinho menyesal hanya sebentar saja bermain bersama Lionel Messi di Barcelona. Ronaldinho dan Messi memang tidak bisa lama-lama bermain bersama Messi,  karena Ronaldinho pindah ke AC Milan di tahun 2008.

‘‘ Saya telah memperoleh semua yang saya inginkan dan saya bersyukur atas hal itu. Tentu saja saya akan senang dapat bermain lebih sering bersama Lionel Messi. Dia pemain hebat. Saya sangat senang telah membantunya pada awal kariernya dengan memberikan assist atas gol pertamanya,’’ Ungkap Ronaldinho kepada media Gulf News. ‘‘ Setelah melihat dia menjadi pemain yang hebat seperti sekarang, akan luar biasa jika dapat bermain denganya lebih lama. Tapi ketika itu periode saya di Barcelona telah berakhir,’’ Ucap Ronaldinho.

Mencari Sosok Tepat Pendamping Pogba di MU

agen-bola-terpercaya
Manajer Manchester United Jose Mourinho belum sanggup mengeluarkan kapabilitas paling baik Paul Pogba. Pemuda Prancis itu itu tampil mengecewakan di awal masa 2016/2017. Pogba sejauh ini baru dapat menempa satu gol buat MU. Satu-satunya gol Pogba tercipta diwaktu MU menang telak 4-1 atas pemenang bersi kukuh Liga Inggris Leicester City.

Walau hasilnya mampu menempa gol, permainan Pogba di MU masihlah jauh dari kata memuaskan. Pogba belum tampil sehebat saat tetap di Juventus yg menciptakan MU bersedia memecahkan rekor transfer paling mahal senilai 105 juta euro. Demi mengakomodir Pogba, Mourinho sampai-sampai ganti skema permainan. Mourinho mencadangkan Wayne Rooney biar Pogba jadi motor serangan tim. Formasi 4-2-3-1 sekarang ini ditukar jadi 4-3-3.

Namun Pogba tetap belum serta sanggup kembali ke wujud permainan terbaiknya. Tak kunjung maksimalnya kinerja Pogba menimbulkan spekulasi kalau MU tidak mempunyai gelandang yg sesuai buat jadi pendamping pemuda 23 th itu di lini tengah. Saat tetap main di Juventus, Pogba dikelilingi gelandang-gelandang hebat rupa Claudio Marchisio, Andrea Pirlo, Arturo Vidal, sampai Sami Khedira. Sedangkan di MU, Pogba mesti main-main bersama gelandang medioker ragam Marouane Fellaini, Morgan Schneiderlin atau Ander Herrera.

Untuk itu, Mourinho kabarnya bakal mendatangkan pemain tengah baru di bursa transfer masa dingin. Berikut 3 gelandang yg kemungkinan dibeli Mourinho buat mendampingi Pogba:

Radja Nainggolan

Nainggolan pernah masuk dalam radar Mourinho masa panas dulu. Namun hasilnya pemain keturunan Indonesia ini tak menjadi pindah & konsisten membela AS Roma.

Eks pemain Cagliari ini sanggup jadi partner ideal bagi Pogba di lini tengah MU. Kehadiran Nainggolan dapat menolong tugas Pogba. Nainggolan dapat ditugasi laksanakan tugas kumuh maka Pogba bisa konsentrasi menunjang penyerangan.

Tak enteng membajak Nainggolan dari Roma. MU mesti berkompetisi bersama Chelsea. Manajer Chelsea Antonio Conte telah sejak lama naksir kepada pemain nasional Belgia itu.

Arturo Vidal

Vidal sempat jadi tandem sehati Pogba di Juventus. Kerjasama Pogba & Vidal berhasil mengambil Juventus merajai Serie A. Juve pun sukses melaju sampai final Liga Champions dengan Vidal & Pogba.

Tidak ada salahnya apabila MU coba membajak Vidal dari Bayern Muenchen utk mendampingi Pogba lagi di Old Trafford.

Peluang MU meraih Vidal pass akbar. Pria asal Cili itu tak lagi menjadi pilihan penting di Bayern. Pasalnya Bayern saat ini telah mempunyai wonderkid Portugal Renato Sanchez.

Tiemoue Bakayoko

Dibanding Nainggolan & Vidal, Bakayoko yg paling murah harganya. Pemain AS Monaco ini pun sanggup menjadi solusi lemahnya lini tengah MU. Bakayoko ialah gelandang bersi teguh murni. Dia bertugas memotong serangan lawan sebelum masuk ke jantung pertahanan. Peran Bakayoko serupa bersama Ngolo Kante. Pemain seperti Bakayoko ini dibutuhkan MU buat jadi pendamping Pogba di lini tengah. Saat ini beban Pogba teramat berat sebab MU tidak mempunyai gelandang jangkar murni.

Terbuang di MU, Rooney Pindah ke Tiongkok?

rooney

Penyerang Wayne Rooney mengalami masa-masa suram akhir-akhir ini. Rooney sejak mulai kehilangan ruangan di tim mutlak Manchester United. Rooney sekarang ini lebih tidak jarang dicadangkan oleh Jose Mourinho. Mourinho mencadangkan Rooney di dua laga Liga Inggris terakhir. Eks pemain Everton itu terbuang dikarenakan Mouirnho mau berikan tempat pada pemain paling mahal di dunia Paul Pogba.

Bila main bareng dgn Rooney, Pogba tak sanggup main-main baik. Justru saat Rooney dicadangkan, Pogba mulai sejak menemukan sentuhan emasnya seperti kala masihlah di Juventus. Nasib tidak baik yg dialami Rooney ini bisa jadi dapat mencoba dipakai club Tiongkok buat membajaknya. Direktur marketing Federasi Sepak Bola Tionkok Li Jiuquan menyebut klub-klub negaranya tertarik menampung Rooney. Jika Rooney main-main di Liga Super Tiongkok itu bakal menarik perhatian gede, tak cuma dari dalam negara namun televisi di seluruhnya dunia & memberikan eksposur agung dengan cara global. Mungkin cuma Messi & Ronaldo yg lebih populer darinya di Tiongkok.”

Rooney Lelah Terus Ditanya Soal Posisi Terbaiknya

Wayne Rooney mengaku sejak mulai lelah menjawab pertanyaan mengenai posisi terbaiknya dalam tim. Mengenai perannya dalam timnas Inggris, pemain 30 th tersebut pula menyerahkan kepada pelatih, Gareth Southgate. Pada akhir periode tempo hari, posisi Rooney di Manchester United beralih ke tengah. Ketika menjalani Euro 2016 dengan Inggris, Rooney pula main lebih ke dalam.

Karena pada awal mulanya Rooney biasa main yang merupakan ujung tombak, posisi Rooney tidak jarang jadi bahan perbincangan. Sementara itu, Rooney sendiri tidak dapat memutuskan di mana dirinya harusnya main-main. lantaran, beliau menyerahkan ketentuan terhadap pelatih–bahkan dalam urusan main-main atau tidak.

“Saya tidak tahu main-main aku kira pertanyaan itu buat Gareth. Dan pun pertanyaan di mana aku mesti main di dalam timnas Inggris, aku capek menjawab pertanyaan apakah aku dapat menjadi penyerang, gelandang atau pemain no. 10,” ucap Rooney dalam pertemuan pers mendekati kontes lawan Malta. “Saya telah menjawab pertanyaan itu berulang kali. Saya dapat main-main atas permintaan pelatih. Saya tidak menunjuk diri aku sendiri dalam tim ini. Saya main berdasarkan instruksi & aku yakin kepada pengarahan yg diberikan Gareth terhadap aku, apakah aku main-main atau tak, & aku dapat melaksanakan yg paling baik, paparnya.